KUBU RAYA, SP - Di sela kegiatan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih lingkungan, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyempatkan diri berdiskusi sekaligus memberikan motivasi kepada petugas kebersihan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (30/5).
Sujiwo menekankan bahwa petugas kebersihan memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mewujudkan Kubu Raya yang bersih, indah, tertata, dan tertib.
“Kunci utama untuk menciptakan Kubu Raya yang bersih dan tertib terletak pada kesadaran setiap orang. Jadi, jangan menunggu perintah karena ini merupakan tugas rutin yang harus dilakukan bersama-sama,” kata Sujiwo.
Ia meminta seluruh petugas bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab karena setiap pekerjaan yang dilakukan demi kebersihan lingkungan akan menjadi amal kebaikan.
“Yakinlah, apa yang kita kerjakan dengan ikhlas akan menjadi ladang amal,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga mengingatkan masih adanya sejumlah titik lingkungan yang kurang terawat. Karena itu, ia meminta jajaran terkait lebih serius menjaga kebersihan kawasan perkantoran maupun ruang publik.
Menurutnya, budaya hidup bersih harus dimulai dari lingkungan pemerintahan agar dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama, Sujiwo menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon harus menjadi gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum Hari Bumi atau Hari Lingkungan Hidup.
Ia mengatakan penghijauan di sepanjang Jalan Ahmad Yani II merupakan hasil kerja sama berbagai komunitas lingkungan, seperti Sahabat Alam Community, Feeling Borneo, Pandita Ateng, serta para pegiat lingkungan lainnya.
“Alhamdulillah, penghijauan di Jalan Ahmad Yani II ini sebagian besar tidak menggunakan APBD. Ini murni kegiatan komunitas dan para pegiat lingkungan,” katanya.
Menurut Sujiwo, semangat menanam pohon muncul dari kesadaran bahwa bumi merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dan dirawat bersama.
“Menanam pohon adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kita untuk menyayangi, menjaga, dan merawat bumi sebagai sumber kehidupan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pohon memiliki peran penting sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Karena itu, ia mengaku prihatin terhadap masih adanya praktik pembalakan liar demi kepentingan bisnis.
“Pohon memproduksi oksigen atau udara yang kita hirup setiap hari. Ketika ada oknum yang membabat hutan secara rakus demi kepentingan bisnis, mereka sebenarnya tidak peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sujiwo juga menyinggung kondisi kerusakan alam di sejumlah daerah, termasuk Papua, yang menurutnya cukup memprihatinkan. Karena itu, ia berharap gerakan menanam pohon dapat menjadi langkah kecil untuk menjaga keseimbangan alam.
“Mungkin apa yang kami lakukan tidak akan mampu sepenuhnya mengimbangi kerusakan yang terjadi. Namun, mudah-mudahan Tuhan masih melihat ada segelintir manusia yang peduli terhadap bumi dan lingkungan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sujiwo juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya serta masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Kubu Raya untuk menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta ikut menanam pohon pada berbagai kesempatan,” tutupnya. (mar)